Dari balik rerimbuan belukar, menyibak kehidupan para petani di negeri ini. Sebuah negara (yang katanya) agraris, namun nasib para petani begitu miris....

Sebuah "rumah" tempat mereka bertarung dengan terik mentari, bercumbu dengan angin malam dan merengkuh kenikmatan badai tatkala hujan mengguyur bumi.
Tipisnya materi tak membuat mereka menjadi pengemis subsidi. Persetan dengan TDL naik karena keremangan langit malam sudah cukup menghangatkan, tak peduli BBM tak disubsidi lagi karena alam telah memberikan penghidupan.
